Senin, 24 September 2012

Islam di hina, para hacker pun beraksi

Iran (Teheran) - Sebuah komunitas hacker asal Iran meretas ratusan situs yang berbasis di Israel. Serangan hacker ini dilancarkan sebagai bentuk protes terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims atas penghinaan pada Nabi oleh media barat.

Komunitas yang mengatasnamakan diri sebagai The DataCoders Security Team itu menyatakan telah meretas sekitar 370 situs komersial, pertahanan, ekonomi, dan provider internet Israel. Di antara situs-situs strategis yang diretas adalah suplier dan importir produk-produk sistem pertahan, Ono Security.

Selain itu, tim juga meretas Israel Special Security Project (ISSP) dan Teva Bank. Innocence of Muslims yang diproduksi di Amerika Serikat diduga didanai oleh donatur-donatur Zionis Israel.

Produser film, Sam Bacile, mengaku dirinya mendapatkan dana sekitar lima juta dolar AS dari para donatur tersebut.

Minggu, 16 September 2012

Israel Penjarakan Imam Masjid dari Palestina 48


































Pengadilan Zionis Israel memvonis penjata seorang imam masjid dari wilayah Palestina terjajah sejak tahun 1948, setelah didakwa melakukan “provokasi atas praktek-praktek kekerasan dan teror”.

Pengadilan Zionis-Israel memvonis hukuman penjara tiga tahun terhadap Syeikh Nadzim Abu Shalah, imam masjid Shihabuddin di kota Nazaret dan salah seorang tokoh agama Islam terkenal di kota tersebut.

Berdasarkan dakwaan yang dibuat oleh jaksa penuntut Israel, Abu Shalah dituduh melakukan “pelanggaran sangat serius”. Di antaranya adalah “memanfaatkan tokoh terkenal untuk melakukan provokasi kekerasan dan mendorong melakukan aksi-aksi terorisme serta mendukung organisasi-organisasi terorisme,” demikian dikutip Pusat Informasi Palestina.
Jaksa mendakwa imam masjid Shihabuddin itu sebagai pendukung kelompok Al-Qaidah dan gerakan Taliban di Afghanistan. Hal itu nampak jelas pengaruhnya pada para pengikutnya yang mendirikan dua sel, yang salah satunya melakukan pembunuhan atas seorang sopir Zionis Israel.*

Sumber : Hidayatullah.com--

Aliran Sesat LADUNI di Aceh

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, menjelang tengah malam, Selasa (4/9/2012) memandu pengucapan dua kalimah syahadat terhadap lima anggota jamaah Laduni yang dianggap telah melakukan praktik menyimpang dari ajaran Islam.

Prosesi pensyahadatan kelima anggota jamaah Laduni tersebut berlangsung di Mapolres Aceh Barat, Jalan Swadaya, Meulaboh dipimpin Ketua MPU Aceh Barat, Tgk Abdurrani.

Mereka di-Islamkan kembali oleh para ulama Kabupaten Aceh Barat karena dianggap sesat.

Kelima anggota jamaah yang disyahadatkan itu masing-masing Bahtiar (31) warga Desa Meunasah Rambot bersama empat rekannya, yaitu Aji (31), Jhon (27), Zulfikar (39), dan Zulkarnen (39) yang tercatat sebagai warga Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI.

Proses pensyahadatan ikut disaksikan sejumlah ulama seperti Tgk H Mustafa Habli, Abu H Mahmudin, Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto, Dandim 0105 Letkol Arm Deny Azhar Rizaldi, Kakankemenag Drs HM Arif Idris, Kadis Syariat Islam Zainuddin, Kasatpol PP WH Drs John Aswir, dan wartawan.

Usai pensyahadatan, kelima anggota jamaah Laduni yang dianggap sesat itu menangis sesunggukan. Padahal sebelumnya dengan lantang menantang ulama dan tokoh agama Aceh Barat untuk memperdebatkan ajaran yang mereka ikuti selama ini.

Dalam rangkaian kegiatan dialog, Pimpinan Jamaah Laduni Tgk Alwin ZZ bersama Wakilnya Tgk Zulbaidi mewakili seluruh anggota jamaah mereka menandatangani surat pernyataan di atas materai.

Surat pernyataan itu berisi empat poin. Pertama; sehubungan dengan pengakuan saudara Bahtiar kepada Muspika Kaway XVI pada Jumat sore 31 Agustus 2012 pukul 16.30 WIB di Masjid Gampong Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, tentang tidak wajibnya salat Jumat, tidak wajib salat lima waktu, itu sama sekali tidak benar.

Kedua; pernyataan yang menyatakan bahwa Iman Mahdi adalah sebagai nabi hakiki tidak benar, yang benar adalah Nabi Muhammad SAW. Ketiga; jamaah Laduni berjanji tidak lagi mengulangi perkataan/ucapan dan perbuatan-perbuatan yang dianggap melenceng/sesat dari ajaran Islam. Keempat; jamaah Laduni berjanji apabila mengulangi perbuatan itu maka mereka bersedia dituntut sesuai aturan agama Islam dan aturan negara Republik Indonesia.

Pernyataan yang juga ikut diteken oleh Ketua MPU Aceh Barat Tgk Abdurrani bersama Tgk H Mahmuddin dan Kepala Dinas Syariat Islam Drs Zainuddin tersebut dibacakan di forum dialog termasuk didengarkan oleh pengunjung.

Meski lima orang anggota jamaah tersebut sudah disyahadatkan kembali, namun nasib 15 rekan mereka yang kini masih diamankan di Mapolres Aceh Barat belum ada kejelasan, apakah juga akan disyahadatkan ulang atau tidak.

Para pengikut aliran Laduni sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa shalat lima waktu tidak wajib.

Pertemuan antara ulama dan para pengikut aliran sesat tersebut sempat diwarnai kericuhan. Warga Meulaboh mendatangi mapolres untuk menghakimi para pengikut Laduni.

Tidak hanya di luar mapolres, para ulama dan pengikut Laduni pun sempat bersitegang. Mereka sebelumnya tetap menganggap ajarannya benar. Namun, mereka tidak berkutik setelah para ulama menerangkan dalil bahwa apa yang mereka fahami salah dan menyesatkan. Mereka pun bersedia di-Islamkan kembali.

Setelah pengucapan syahadat, MPU akan memberi pembinaan agar mereka tidak kembali ke ajaran sesat. Selain itu, MPU juga memberi penjelasan kepada warga untuk kembali menerima para pengikut Laduni sehingga kekerasan seperti terjadi di Sampang, Jawa Timur, tidak terjadi di Meulaboh.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto, mengatakan, meski sudah di-Islamkan, polisi tetap memberi pengamanan kepada para pengikut Laduni guna menghindari hal tidak diinginkan pascakerusuhan, Selasa, 4 September kemarin.(fq/tribun/okezone)

Metro TV Media Propaganda

Jakarta – KabarNet: Dalam salah satu tayangannya, Metro TV menyebut bahwa organisasi Rohani Islam (Rohis) sebagai sarang teroris. Tayangan ini pun menuai kecaman. Para aktivis Rohis atau Rohaniwan Islam yang secara tidak langsung dituduh sebagai sumber perekrutan teroris muda menyatakan bahwa info yang disampaikan metro TV tersebut adalah fitnah. Forum Komunikasi Alumni Rohis (FKAR) meminta Metro TV meminta maaf atas hal tersebut.

“Kami menuntut Metro TV untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terutama adik-adik ROHIS karena telah memberitakan masjid-masjid sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Metro TV juga harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Jika tetap mengulanginya, kami menuntut Metro TV agar dicabut hak siarnya karena melakukan keresahan dan pembohongan publik. Tidak layak menjadi lembaga penyiaran”. Demikian ungkap FKAR seperti dikutip kiblatindonesia, Sabtu, (15/09/2012).
FKAR meminta Metro TV untuk tidak mengulangi penyebutan masjid-masjid sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Jika mengulanginya, FKAR akan tuntut Metro TV. “Supaya dicabut hak siarnya karena melakukan keresahan dan pembohongan publik. Tidak layak menjadi lembaga penyiaran.”
Protes terhadap Metro TV di Twitter pun datang bertubi-tubi karena kebanyakan aktivis dakwah muda merupakan jebolan Rohis. Ustadz Akmal Sjafril, aktifis dakwah yang concern dalam bidang Ghazwul Fikr menyatakan bahwa tudingan seperti itu adalah hal wajar. “Nasib para ulama, kyai, santri, dan mujahid memang selalu begitu. Indonesia tidak mungkin merdeka tanpa mereka. Mereka ini tidak perlu diajari nasionalisme, tidak perlu diajari Pancasila, tapi kalau penjajah datang, langsung siap berjihad. Setelah Indonesia merdeka pun pengakuan kedaulatan datang dari para ulama dan mujahid di Timur Tengah. Tapi setelah kondisi stabil, selalu saja orang sekuler yang sok-sokan, seolah-olah mereka paling berjasa pada negeri ini,” katanya.
Ia menganggap bahwa tudingan bahwa Rohis adalah sarang teroris merupakan modus rezim terdahulu yang diikuti oleh media massa sekuler sekarang. “Di era Orde Lama, politik Islam diberangus. Di era Orde Baru, intel disusupkan di mana-mana, mau pengajian saja susah, mau khutbah saja mesti laporan. Sekarang, Rohis dituduh teroris pula. Ada Rohis saja kondisi pemuda bangsa ini sudah awut-awutan. Mau jadi apa bangsa ini kalau tidak ada Rohis?”
Sebelumnya Metro TV menampilkan tayangan mengenai pola rekrutmen teroris muda. Dalam tayangan tersebut, Metro TV menyebut bahwa sasaran rekrutmen teroris muda dari siswa SMP dan SMA di sekolah umum. Mereka yang masuk target rekrutmen adalah siswa yang masuk organisasi di masjid-masjid sekolah. Siswa yang tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah.
Namun dalam akun Twitter Metro TV, menyebut tayangannya tersebut bersumber dari penelitian ilmiah Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Bambang Pranowo dari UIN Jakarta. Metro TV juga membantah telah menyebut bahwa Rohis sebagai sarang teroris. [KbrNet/Salam]

Kumpulan foto FORMAT ACEH

LAMBADA MOSQUEDARUL MAKMUR MOSQUEKRUENG ACEHPANTE PIRAK

" Mari Kita Ambil Pelajaran dari Mushibah terbesar di Bumi Serambi Mekkah tercinta, Tsunami 2004 "

Minggu, 01 Mei 2011

Saatnya Sekolah Wajibkan Baca Tulis Alquran Selasa, 29 Maret 11 - oleh : immasjid


Pengembangan kemampuan membaca dan menulis Alquran di kalangan pelajar/siswa di Jateng, sudah saatnya mendapatkan dukungan dari pemerintah. Dukungan yang dimaksud berupa kebijakan atau regulasi yang mewajibkan tiap sekolah memberikan materi pembelajaran membaca dan menulis Alquran.

Membaca dan menulis Alquran -- berikut pemahamannya -- sudah menjadi bagian dari pendidikan umat. Khususnya dalam rangka membangun ahlak dan iman generasi penerus bangsa. "Sekarang tinggal goodwill (itikad baik) dari pemerintah untuk membuat terobosan ini," ungkap Kabag Sekretariat Kanwil Depag Jateng, Drs H Suroso SAg, pada pelantikan pengurus dan Raker Badan Koordinasi Taman Pendidikan Alquran (Badko- TPQ) Jateng, di Semarang, Sabtu (25/7).

Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi, sudah saatnya mewajibkan belajar dan menulis Alquran di sekolah-sekolah, sejak dari tingkat taman kanak-kanak (TK).

Demikian pula, untuk anak-anak yang telah lepas TPQ/TPA harus diberikan pendidkan lanjutnya. Bila perlu, sertifikat belajar dan menulis alquran menjadi salah satu persyaratan yang dibutuhkan untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya.

Hal ini didasarkan pada persoalan masih banyaknya pelajar yang belum menguasai kemampuan membaca dan menulis Alquran.

Ia juga mengaku pernah membaca hasil riset yang menyimpulkan bahwa jumlah pelajar tingkat SMP di sebuah kabupaten di Jateng yang menguasai kemampuan belajar dan menulis Alquran tak lebih dari 12 persen.

Di Jabar, masih ungkap Suroso, kewajiban untuk memberikan pembelajaran belajar dan menulis Alquran ini sudah dilaksanakan di tiga kabupaten. Yakni di Kabupaten Sukabumi, Indramayu, dan Cianjur. "Bahkan sebagain sudah diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum dari upaya membumikan kemampuan membaca dan menulis Alquran tersebut," imbuhnya.

Kanwil Depag Jateng sendiri, papar Suroso untuk mengembangkan pembelajaran membaca dan menulis Alquran akan memasukkan pembinaan TPQ/TPA dari bagian Pembinaan Masyarakat (Bimas) ke bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Depag Jateng.

Alasannya TPQ merupakan bidang yang sangat terkait dengan program pendidikan dan pembentukan karakter. Di satu sisi anggaran di Bidang Bimas Kanwil Depag hanya sekitar delapan persen dan kemampuan Kanwil Depag untuk mendukung TPQ masih terbatas.

Sedangkan porsi anggaran Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Depag mencapai 83 persen. Dengan masuk dalam bidang pendidikan agama islam, setidaknya dukungan bagi pengembangan TPQ juga akan semakin besar. "Saat ini proses ini tengah dilakukan dan tinggal menunggu perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) yang baru. Paling lama tahun depan sudah akan terwujud," kata Suroso.

Terpisah Ketua Badko TPQ Provinsi Jateng, Drs Ateng Ghozali Miftah sepakat jika TPQ merupakan bagian penting dari proses pendidikan di negeri ini. Apalagi tantangan untuk membumikan kemampuan membaca dan menulis Alquran di tengah masyarakat sudah sedemikian besar. Karena itu dukungan kepada TPQ juga harus diperkuat.

"Perlu kerja keras, mengingat saat ini banyak 'hama' Alquran yang gampang menerpa generasi anak-anak. Baik lewat media elektronik maupun media-media lainnya yang bersinggungan dengan anak-anak," ujarnya.owo/kem

Sabtu, 30 April 2011

Puluhan Wanita Terjaring Razia WH Aceh Utara

PERSONEL WH Aceh Utara sedang memberikan pembinaan pada wanita yang terjaring dalam razia penerapan syariat Islam di Kantor Camat Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (30/4)/2011. Puluhan wanita terjaring dalam razia tersebut.SERAMBINEWS.COM/MASRIADI SAMBO
LHOKSUKON – Puluhan wanita terjaring razia penegakkan syariat Islam di Desa Keude Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (30/4/2011). Razia digelar di sejumlah titik perkotaan di Keude Lhoksukon.
Kepala Kantor Satpol PP dan WH Aceh Utara, Drs Bahrum Muhammad Syam, melalui Ketua Satuan WH, Azhari Maulana, menyebutkan razia itu untuk mendukung penerapan qanun No 11/2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang akidah, ibadah dan syiar Islam.
Wanita yang berpakaian ketat dan seksi yang berhasil ditangkap kemudian didata dan diberi pembinaan di Kantor Camat Lhoksukon.
“Selain itu, mereka wajib membuat surat pernyataan bahwa sudah melanggar syariat Islam dan berjanji tidak mengulangi lagi. Kemudian, harus ada surat jaminan dari orang tuanya bahwa mereka tidak akan mengulangi lagi. Selain itu, kita berikan nasihat agar mereka berpakaian menutup aurat,” sebut Azhari Maula kepada Serambinews.com.(masriadi sambo)

* Komisi Membidangi Agama Memilih Bali

Utama 
BANDA ACEH - Lima komisi di DPRA, yaitu Komisi A, C, D, E, dan G melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar Aceh, termasuk ke Bali. Kunker itu dilakukan sejak memasuki pekan terakhir April atau setelah mengesahkan Rancangan Qanun APBA 2011, dua pekan lalu.

Jika mengacu pada agenda kerja dewan, kunker tersebut berlangsung di tengah tumpukan tugas, seperti melanjutkan pembahasan sejumlah rancangan qanun (raqan), terutama Raqan Pilkada yang akan dijadikan pedoman bagi Komisi Independen Pemilihan (KIP/KPU) sehubungan akan berlangsungnya pemilihan 18 kepala daerah di Aceh secara serentak, termasuk gubernur dan wakil gubernur.

Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah yang ditanyai Serambi, Jumat (29/4) membenarkan sejumlah Komisi DPRA, pada minggu terakhir bulan ini (April 2011) melakukan kunker ke sejumlah provinsi di Indonesia.

Informasi dari Sekreatariat DPRA merincikan, Komisi A DPRA yang membidangi pemerintahan, politik, dan hukum kunker ke Bali dan NTT, Komisi G membidangi agama dan kebudayaan ke Bali dan Sulut, Komisi C membidangi keuangan dan investasi ke Gorontalo dan NTB, Komisi D membidangi pembangunan dan tata ruang ke Makasar dan Manado, dan Komisi E membidangi pendidikan, sain dan teknologi ke Palembang dan Kalimantan Tengah. “Sedangkan Komisi B membidangi perekonomian, sumberdaya alam dan lingkungan serta Komisi F membidangi kesehatan dan kesejahteraan, belum menjadwalkan tujuan kunkernya,” kata sumber di Sekretariat DPRA.

Menurut Ketua DPRA, kunker anggota DPRA ke luar Aceh tersebut karena memang sudah masuk jadwal untuk kunker. “Kalau tidak dilakukan pada akhir bulan ini, bulan depan sudah masuk jadwal pembahasan lanjutan raqan yang tertunda, misalnya Raqan Pilkada,” kata Hasbi Abdullah.

Belum dijadwal
Ketua DPRA juga membenarkan sampai Jumat (29/4) pihaknya belum membuat atau menyusun jadwal paripurna Raqan Pilkada. Namun, kata Hasbi, DPRA tetap akan membahas dan menyelesaikan Raqan Pilkada bulan depan. “Ini sudah menjadi janji DPRA kepada masyarakat Aceh,” tegas Hasbi Abdullah.

Pimpinan DPRA memberi waktu seminggu kepada komisi-komisi untuk kunker ke luar Aceh, karena pada minggu pertama Mei 2011 sudah masuk jadwal melanjutkan pembahasan raqan yang tertunda, terutama Raqan Pilkada yang kini sedang ditunggu KIP dan masyarakat.

Dikatakan Hasbi, setelah pembahasan Raqan APBA 2011, banyak anggota DPRA kelelahan. Untuk menyegarkan pikiran yang capek dan lelah, perlu melakukan kunker ke daerah yang berkaitan dengan bidang tugas masing-masing.

Lihat bandara
Ketua Komisi D DPRA, Jufri Hasanuddin sebelum berangkat ke Makasar, kepada Serambi, Kamis (28/4) siang mengatakan, Makasar dipilih Komisi D dengan maksud melihat kemajuan pengelolaan bandaranya. Karena, Makasar masuk dalam kategori pengelolaan bandara yang baik di Indonesia. “Komisi D perlu belajar dan melihat langsung aktivitas pengelolaan bandaranya. Sepulang dari kunker akan memberikan masukan kepada Pemerintah Aceh untuk bisa mengelola bandara yang lebih baik lagi,” kata Jufri.

Lihat Bali
Anggota Komisi G DPRA, Mohariadi dari Fraksi PKS/PPP juga punya alasan menyangkut kunker mereka ke Bali. Komisi G yang membidangi agama dan kebudayaan/wisata tersebut memilih Bali sebagai lokasi kunker untuk maksud belajar dan melihat pengelolaan industri pariwisata di Pulau Dewata tersebut yang tetap mempertahankan kebudayaan asli daerahnya.

Menurut Mohariadi, keberhasilan Bali menggerakkan industri pariwisata perlu dipelajari sistem dan metodenya, untuk digunakan dalam pengelolaan dan pengembangan industri pariwisata islami di Aceh yang bersyariat Islam. “Untuk itulah Komisi G DPRA memilih Bali sebagai tujuan kunker,” ujar Mohariadi, anggota DPRA dari PKS.(her)

Perempuan Berperan Bentengi Keluarga dari Ajaran Sesat

Kutaraja
BANDA ACEH - Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Aceh, Darwati A Gani, meminta kaum ibu/perempuan untuk terus meningkatkan peran sebagai benteng utama bagi anak-anaknya, dalam mencegah pendangkalan aqidah yang kini tengah marak di Aceh.

“Peran ini semakin penting dijalankan ibu rumah tangga untuk menghadapi kondisi yang kini sedang kita hadapi. Terutama masalah pendangkalan aqidah,” katanya saat membuka seminar “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Keluarga untuk Mencegah Aliran Sesat”, di Banda Aceh, Rabu (27/4).

Ia menyatakan, para ibu rumah tangga harus menjaga dan memantau perkembangan anak, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal asing yang bisa membahayakan. Mungkin saja, kata Darwati, selama ini masyarakat termasuk kaum ibu, lalai dan tidak mencermati perkembangan sosial di sekelilingnya.

Seminar yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kartini dan HUT ke-806 Kota Banda Aceh itu diikuti para pengurus organisasi perempuan dan lembaga pemerintahan. Seminar diisi pembicara dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Dr Muslim Ibrahim MA, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Rusjdi Ali Muhammad, dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal.

Sementara itu, secara terpisah, sekitar 40 elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Penyelamatan Aqidah dan Penyelamatan Amaliyah Islam, yang menggelar aksi penolakan aliran sesat, di Kantor Gubenur Aceh, 7 April 2011, meminta pemerintah melakukan pembinaan secara khusus dan berkelanjutan, terhadap para pengikut aliran sesat yang telah disyahadatkan kembali di Masjid Raya Baiturrahman, beberapa waktu lalu.(ant/c47)

Apresiasi untuk Qanun Akidah

Droe keu Droe
Di tengah kondisi Aceh yang diserbu oleh pemikiran sesat, langkah yang ditempuh oleh DPRK Kota Banda Aceh yang menyusun Qanun Akidah Akhlak bisa disebut merupakan sebuah tindakan terpuji terlepas ada atau tidaknya muatan politis dibelakangnya. Meski Qanun ini sedang dalam pembahasan, upaya DPRK kota Banda Aceh yang mengundang berbagai perwakilan masyarakat baik dari kalangan Ormas, Guru dan sebagainya merupakan niat baik bagaimana agar Qanun tersebut nantinya bisa diterapkan dengan lancar dengan dukungan semua pihak.

Tentunya, semua pihak saat ini harus memberikan sumbangsih pemikirannya agar qanun yang akan dilahirkan ini bisa sesempurna mungkin. Termasuk ide-ide bagaimana agar Qanun ini bukan hanya diterapkan di sekolah-sekolah saja. Namun juga bagaimana agar qanun ini juga menjadi stimulus untuk menghidupkan kembali Meunasah-Meunasah dan Masjid-Masjid di kota Banda Aceh dengan pengajian-pengajian Aqidah Islam. Sebab, sebagaimana kita lihat, para pemuda-pemudi di kota Banda Aceh saat ini sudah sangat jarang berinteraksi dengan pengajian-pengajian agama. Ini tentu saja sebuah pemandangan yang mengkhawatrikan eksistensi agama ini ke depan.

Harapan kita agar DPRK di kabupaten-kabupaten lain hendaknya juga segera melakukan hal yang sama. Karena kerawanan kekokohan akidah akidah bukan hanya mengkhawatirkan masyarakat di Banda Aceh saja, tapi juga seluruh Aceh. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan! Fastabiqul Khairat!

Ttd,
Teuku Zulkhairi
Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

LDII Sesat

Droe keu Droe 
MENANGGAPI berita Serambi Indonesia edisi Senin 18 April 2011, berjudul “Masyarakat Sabang Demo tuntut Pembubaran LDII”, terdapat pernyatan Tgk. Darmawi “bahwa MPU Aceh tak bersikap menyatakan mereka sesat”. Demikian juga pernyataan tokoh muda LDII Agus Halim Aziz “Bahwa LDII sudah berdiri puluhan tahun tidak pernah dinyatakan sesat oleh MPU”.

Pernyataan tersebut tidak benar, perlu diketahui bahwa MPU Aceh sudah enam tahun yang lalu menyatakan LDII aliran yang sesat, LDII merupakan nama baru dari sebuah aliran sesat yang berawal dari Darul Hadis, Islam Jemaah, LEMKARI dan kemudian berubah menjadi LDII, demikian dinyatakan dalam fatwa MPU Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam No 4 Tahun 2004. Terkait dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI Pusat yang menyatakan bahwa LDII telah menganut paradigma baru, namun masyarakat tetap memantau, memperhatikan amaliyah jemaah LDII apakah benar telah menganut paradigma baru? masih harus dibuktikan, karena dari sejarahnya dahulu LDII bersifat eklusif (taqiyah) cenderung tidak bersedia berjemaah dengan umat lainnya kecuali kelompoknya sendiri, hal ini diakui oleh tokoh muda LDII Sdr Agus Halim Aziz “kalau selama ini tidak semua jemaah LDII bersosialisasi dengan warga sekitar”.

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama
Kota Sabang
Tgk. M. Amin Kadmi, BA

Selasa, 26 April 2011

Prostitusi Aceh Year 2011


Mahyal De Mila - Opini
ACEH sedang giat-giatnya menegakkan syariat Islam. Namun sayangnya, semakin giat pula “wabah” prostitusi merajalela di Aceh. Seakan-akan mata kita (orang Aceh) sudah tertutup untuk mengatasi tingkah manusia kebal muka yang menjajakan diri di tengah kota Banda Aceh.

Saya selaku orang Aceh tulen (mungkin juga Anda) sangat malu ketika beberapa hari lalu melihat secara langsung program salah satu televisi swasta yang menayangkan kegiatan prostitusi di Aceh.

Program itu bertajuk “Bisnis Syahwat di Aceh”. Tentu ini akan mencoreng nama baik Aceh. Dan bisa dipastikan, orang Aceh bakal menanggapi acara ini dengan persepsi yang berbeda-beda.

Menurut saya acara itu, memberi kesan bahwa Aceh “kreueh i luwa leumoh i dalam (keras di luar lemah di dalam).” Buktinya, ketika seorang Aceh berada luar Aceh, lalu keacehannya diketahui orang luar itu, maka pasti ia akan disuruh jadi imam, meski si Aceh itu tak pernah shalat saat di Aceh. Maka tak salah jika Aceh dikenal orang luar Aceh dengan kentalnya Islam yang kuat (bukan fanatik) dalam jiwa orang Aceh sendiri, sehingga menjadi suatu kebanggaan tersendiri saat kita pergi keluar Aceh.

Tapi sekarang ketenaran itu sudah pecah, seperti kata komentar kawan saya dari Jakarta awal April lalu ketika berkunjung ke Banda Aceh, “ternyata Aceh tak seperti yang kukira.” Saya yakin, kawan saya tidak bercanda. Bisa jadi ke depan, orang luar Aceh yang berkunjung ke Aceh akan berkomentar lebih pedas lagi daripada kawan saya itu jika proyek prostitusi dan kriminalitas--di mana dulu berita kriminalitas hanya ada di luar Aceh, tapi kini setiap hari ada berita tindakan kriminal di media massa Aceh--itu kian merajalela.

Untuk menguatkan realitas “sumber” prostitusi itu, saya menelusuri sepanjang jalan Kota Banda Aceh ketika malam hari, mulai dari Jambo Tape hingga ke Peunayong. Sungguh terdapat banyak wanita (kemungkinan besar PSK) yang telah menghiasi parasnya secantik mungkin untuk dijajakan, sehingga memikat para lelaki hidung belang yang kehausan seks/mencari “jajanan” di luar. Pandangan seperti ini, terkesan Aceh tak ada bedanya dengan suasana malam di Blok M Jakarta. Apalagi malam Minggu, seakan-akan kata “syariat Islam” hanya omong kosong belaka bila melihat lagi ke suasan malam di tempat remang-remang di Aceh, misal di Pantai Cermin Ulee Lheu, Banda Aceh.

Beda halnya di masa konflik, kegiatan prostitusi tidak merajalela seperti sekarang ini yang menjamur sampai ke pelosok kampung. Walaupun ada, itu hanya di tempat yang ada pengamanan untuk berani melakukannya saja. Tapi sekarang, bila di famplet ditulis “Aceh Aman Ibadah pun Nyaman”, maka taklah salah jika pun ditulis dengan “Aceh Aman untuk Melakukan Maksiat”.

Nah, solusinya, para pihak terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH), kalau menjaring para pelaku maksiat itu jangan hanya didata dan dibina saja, tapi terapkanlah aturan yang kuat untuk mengatasinya. Bukan apa, tapi karena semua kegiatan prostitusi di Kota Banda Aceh ini seperti ada pihak/angota-anggota yang menjadi pelindung kuat sehingga semua PSK tersebut berani mejalankan aktivitasnya setiap hari.

Saya kira, orang Aceh cepat patuh bila dididik dengan keras, apakah syariat Islam harus diterapkan dengan keras juga di Aceh (bila perlu)? Mungkin ya. Karena selama ini, semua hal itu “alah bisa karena dipaksa” bukan “alah bisa karena biasa”.

Maju dan berkembangnya sebuah daerah tak hanya karena keindahan daerah saja, tapi apa ciri khasnya yang bisa dibanggakan sehingga membuat orang lain membanggakannya. Tak selamanya membangun sebuah daerah itu identik dengan sesuatu yang baru, gedung yang mewah dan bermegah-megah, tapi yang diincar orang luar adalah ciri khas dari penduduk daerah tersebut. Begitu juga dengan syariat Islam di Aceh, bukan berarti dengan diterapkannya syariat Islam Aceh tidak akan berkembang. Hanya saja Aceh ini belum ada pendirian. “Bek sampe awak bulek top ulee, awak Aceh peuleumah punggong”. Dengan adanya syariat Islam yang didukung oleh semua rakyat Aceh sendiri, semoga kegiatan prostitusi bisa dicegah. Karena bila kita ada pendirian, orang lain pasti menaatinya.

Oleh karena itu, untuk melancarkan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, khususnya kota Banda Aceh yang merupakan ibukota provinsi, diharapkan peran Pemerintah Aceh untuk memperkuat semua kegiatan yang dilakukan Satpol PP/WH dalam melakukakan semua kegiatan yang bersifat menegakkan syariat Islam di Aceh. Jangan sampai seperti ungkapan “bek tiek kameng lam kawan rimueng (jangan menaruh kambing dalam kerumunan harimau)”. Setidaknya kekuatan Satpol PP/WH lebih ditingkatkan lagi dalam menindak pelaku maksiat, dan diperkuat dengan Undang-undang (Perda) yang lebih kuat pula. Kalau bisa, pihak terkait (Satpol PP/WH) mengajak semua elemen masyarakat/tokoh ulama untuk menghilangkan kegiatan prostitusi di Aceh.

Bila ada segelintir penduduk Aceh yang tidak mendukung tegaknya syariat Islam di Aceh, bolehlah kita katakan kepada mereka: “silahkan ganti KTP” (jangan menjadi orang Aceh lagi). Siapa saja yang terlibat dalam menjalankan kegiatan prostitusi serta menjadi pelindung di semua kegiatan prostitusi di Aceh supaya diberi sanksi yang keras. Bila perlu, dikeluarkan dari Aceh. Berani?
sumber: serambi indonesia

Jelang Babak 8 Besar Divisi Utama Persiraja Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah

* Gubernur Bantu Rp 200 Juta
Sport Globo



Tifosi yang tergabung dalam Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) sedang membentangkan spanduk bertuliskan "SKULL kecewa kalo Banda Aceh gagal jadi tuan rumah 8 besar" saat berlangsungnya pertandingan antara Persiraja melawan PS Bengkulu di Stadion H Dimoerthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (25/4) petang. SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH - Persiraja memastikan akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2010/2011. Sebagai pemuncak Grup 1, ‘Lantak Laju’ memang memiliki peluang besar untuk mementaskan putaran 8 besar yang dijadwalkan pada 12-18 Mei di Banda Aceh. Sebagai tindak lanjut, Selasa (26/4) hari ini manajemen Persiraja akan mengajukan surat pencalonan secara resmi kepada Badan Liga Indonesia (BLI).

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Persiraja, Mawardy Nurdin usai laga kandang terakhir di Stadion H Dimoerthala Lampineung, kemarin. “Besok (hari ini-red,) kita akan buat surat yang ditembuskan ke Gubernur, DPRA, dan instansi terkait lainnya supaya bisa memberi dukungan agar Banda Aceh menjadi tuan rumah babak delapan besar. Nanti kita akan siapkan stadion dan memperbaiki berbagai perlengkapan yang belum tersedia atau rusak. Bahkan, hotel-hotel di Banda Aceh juga akan disiapkan menjadi tempat menginap bagi tim tamu,” ujar Mawardy usai pertandingan, kemarin.

Dukungan untuk menjadi tuan rumah juga datang dari Manajer Persiraja, Adly Tjalok. “Kita sangat mendukung dan akan memperjuangkan supaya Persiraja bisa menjadi tuan rumah. Dengan jadi tuan rumah otomatis makin menambah semangat untuk bermain karena dapat dukungan dari masyarakat. Apalagi target kita supaya bisa lolos ke babak Liga Super Indonesia. Target ini kita harapkan bisa tercapai,” ujar politisi Partai Aceh ini.

Sebelumnya, saat jeda laga Persiraja kontra PS Bengkulu kemarin, komunitas tifosi Kutaraja yang tergabung Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) melancarkan aksi simpatik untuk menyuarakan aspirasi mereka agar Banda Aceh menjadi tuan rumah babak delapan besar. Dengan membawa spanduk putih bertuliskan; “SKULL kecewa kalo Banda Aceh gagal jadi tuan rumah 8 besar!” mengitari lapangan, fans setia ‘Lantak Laju’ ini menggugah kepedulian manajemen tim dan petinggi Persiraja untuk memperjuangkan hasrat sebagai tuan rumah. Ternyata, aksi dukungan itu mendapat sambutan hangat dari dari ribuan penonton yang memadati Stadion H Dimoerthala, Lampineung, Banda Aceh, termasuk sang Ketua Umum Mawardy Nurdin.

Ketua SKULL, Teuku Iqbal Djohan mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan Banda Aceh menjadi tuan rumah babak delapan besar. Dia menilai, tidak masuk akal jika masalah dana menjadi kendala. Karena akan banyak sponsor yang akan datang membantu. Di sisi lain, dengan menjadi tuan rumah juga turut mempromosikan Kota Banda Aceh. “Apalagi berkaitan dengan program visit Banda Aceh tahun 2011 yang sedang dijalankan Pemkot,” tukasnya.

Rp 200 juta
Sementara itu, arus dukungan untuk Banda Aceh sebagai tuan rumah babak delapan besar kian deras mengalir. Informasi yang diterima Serambi dari Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Atqia Abukabar, semalam, orang nomor satu di Aceh pun yakni Gubernur Irwandi Yusuf sangat mendukung rencana ini. Bahkan, sebagai bentuk nyatanya, kata Atqia, Gubernur langsung menyatakan membantu dana Rp 200 juta sebagai biaya pelaksanaan babak delapan besar. “Komitmen Gubernur ini disampaikan usai pertandingan tadi (kemarin-red),” jelas Atqia.

Dirincikan dia, hasil kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah babak delapan besar berkisar antara Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi akomodasi tim tamu atau match fee.

“Tentunya, untuk mengumpulkan dana sebanyak itu butuh dukungan semua pihak baik dari kalangan pemerintah, anggota dewan, pengusaha, serta masyarakat. Untuk itu, dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait, termasuk mantan pemain terkait pencalonan tuan rumah babak delapan besar ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebagai juara Grup 1 Persiraja akan bergabung dengan juara Grup 3 Persidafon, peringkat 2 Grup 2 yang masih diperebutkan Gresik United dengan Persiram Raja Ampar, serta peringkat 3 Grup 3 yang juga masih jadi rebutan PSBI Blitar dan Persebaya Surabaya, dalam penyisihan grup di putaran delapan besar. Sedangkan, PSAP Sigli jika lolos akan bergabung dengan juara Grup 2 Mitra Kukar, peringkat 3 Grup 1, serta peringkat 2 Grup 3 di fase delapan besar. Itu berarti, bila tak jadi tuan rumah Persiraja mesti ‘terbang’ ke Papua untuk berlaga di kandang Persidafon.(hd/pon)

Diduga Catut Nama Masjid Pencari Sumbangan Asal Medan Ditahan

Tue, Apr 26th 2011, 10:09

Kutaraja
BANDA ACEH - Warga Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, menangkap tiga pemuda yang mencatut nama Masjid Darul Makmur di desa setempat, saat mencari sumbangan ke desa tersebut, Minggu (24/4) sore. Hingga Senin (25/4) kemarin, ketiga pemuda asal Sumatera Utara itu masih ditahan di Mapolsek Kuta Alam.

Pengurus Masjid Darul Makmur Lambaro Skep, Syamsul Rizal, baru menyampaikan informasi itu kepada Serambi, kemarin sore. “Sebelum datang ke desa kami, rupanya mereka sudah beraksi di dekat desa kami, yaitu Desa Lamdingin. Ketahuannya saat datang ke desa kami, ada orang dari Lamdingin yang mencari mereka,” kata Syamsul.

Menurut Syamsul, perbuatan ketiga pemuda itu diketahui karena saat beraksi di Lamdingin mereka juga mengaku untuk pembangunan masjid desa setempat. Berawal dari seorang perempuan yang mempercayai omongan mereka, tapi wanita itu tak mempunyai uang dan berjanji akan mengantar uang tersebut ke masjid saat suaminya sudah pulang.

“Siang itu, ibu tersebut datang ke masjid di Lamdingin untuk mengantar sumbangannya, tapi ketika ditanya sama remaja masjid di desa itu, remaja masjid mengaku tidak ada mengutip sumbangan dari warga karena tidak membuat kegiatan apa pun. Akhirnya ibu itu tetap menyumbang ke masjid tersebut,” ujar Syamsul.

Menurutnya, karena warga Lamdingin merasa malu ada pencari sumbangan yang mengatasnamakan pembangunan masjid desa mereka, akhirnya ketiga pemuda itu dicari dan akhirnya ditemukan di Lambaro Skep saat mereka mencari sumbangan dengan mengatasnamakan untuk pembangunan Masjid Darul Makmur, Lambaro Skep, serta mengatasnamakan Masjid Al-Ikhsan, Medan.

“Ada juga yang memberi sumbangan karena mengira untuk pembangunan Masjid Al-Ikhsan di Kampung Keuramat. Setelah kami geledah, ada uang pecahan hasil sumbangan Rp 2 juta lebih dari mereka, bahkan warga lebih marah ketika menemukan faktur pembelian HP dari seorang diantara mereka seharga Rp 1 juta. HP itu dibeli di Banda Aceh hari Kamis tanggal 21 April 2011,” kata Syamsul.

Syamsul mengakui ketiga pemuda itu tak bisa berbahasa Aceh, mereka mengaku berasal Medan dan mencari sumbangan untuk pembangunan Masjid Al-Ikhsan di Medan. Dari tiga orang, hanya satu yang memiliki KTP, tapi Syamsul juga sudah lupa dengan identitas pemuda itu. “Setelah kami proses di Masjid Al-Makmur, sekira pukul 08.30 WIB kami membawa mereka ke Mapolsek Kuta Alam,” tambah Syamsul.

Dihubungi terpisah kemarin sore, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Armensyah Thay melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Agus Wahyudi membenarkan pihaknya mengamankan tiga pemuda yang diduga melakukan penipuan dengan mencatut nama masjid. Namun, Kapolsek yang kebetulan sedang di luar kantor tidak ingat identitas ketiga pemuda dimaksud.

“Kami mengamankan untuk menghindari amuk massa, kami sedang mendalami kasus itu, apakah mereka benar-benar mencatut nama masjid dalam mencari sumbangan. Termasuk melacak ke Medan karena mereka membawa surat pengantar dari Masjid Al-Ikhsan di Medan untuk dicari sumbangan karena tertulis masjid itu sedang dalam proses pembangunan,” jawab Kapolsek.(sal)

Ormas Islam Hadiri Dengar Pendapat Penyempurnaan Raqan

Tue, Apr 26th 2011, 10:24

Kutaraja
BANDA ACEH - Puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menghadiri dengar pendapat (hearing) tentang rancangan qanun (Raqan) Akidah Akhlak, dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRK Banda Aceh, di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin (25/4). Tujuan uji publik itu guna memberi masukan bagi penyempurnaan raqan Akidah Akhlak.

Ormas-ormas yang hadir dalam acara itu antara lain, Pelajar Islam Indonesia (PII) Banda Aceh, Himpunan Ulama Dayah Aceh (Huda), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banda Aceh, Forum Pemuda Peduli Umat (Format) Banda Aceh, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Banda Aceh, Taliban, serta mahasiswa Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry.

Ketua Pansus Raqan Akidah Akhlak, Subhan M Isa SAg, didampingi Wakilnya, Arif Fadillah kepada Serambi mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa masukan dari organisasi guru, beberapa waktu lalu. Selanjutnya, dalam minggu ini juga, akan digelar hearing dengan tokoh-tokoh yang mengerti tentang hukum Islam dan hukum positif, serta orang tua murid.

“Tujuan uji publik ini agar mendapat masukan dari berbagai stakeholder sehingga Raqan Akidah Akhlak yang menjadi prioritas bahasan pada 2011 ini, setelah disahkan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari,” kata Subhan yang juga didampingi anggotanya, Almirza, Sabri ST, dan Mahdi.

Sabri menambahkan, ada dua hal yang ingin dicapai dengan disahkan Qanun Akidah Akhlak tersebut, yaitu agar guru baik di sekolah umum atau agama, tidak hanya berfungsi sebagai pengajar tapi juga sebagai pendidik yang memiliki nilai religius. Kemudian, mendorong semua elemen masyarakat di Banda Aceh bertangungjawab terhadap persoalan akidah generasi muda di Banda Aceh.

Dalam dengar pendapat itu, beberapa ormas Islam di Banda Aceh menyoroti isi Pasal 16, 18, 21, 46, dan 47 dari 68 pasal yang ada. Dewan diminta mempertimbangkan kembali membentuk lembaga baru, Badan Khusus Pelaksana (BKP) dan Badan Pembina Akidah Akhlak (BPAA), sebagai lembaga yang mengawasi pelaksanaan qanun tersebut.

Para peserta hearing juga meminta pelajaran akidah akhlak diterapkan pada semua materi pelajaran dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, dan memberi sanksi jika qanun itu tidak diterapkan dengan baik.(c47)

Antisipasi Aliran Sesat, Kurikulum Agama Perlu Ditambah

Tue, Apr 26th 2011, 15:47

Aceh Barat
MEULABOH - Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, meminta agar sekolah-sekolah di Aceh menambah pelajaran ilmu agama Islam sebagai antisipasi maraknya aliran sesat. Hal itu dikatakan wagub kepada Serambinews.com, Selasa (26/4/2011), di sela-sela meninjau UN di SMPN 1 Meulaboh.
“Krikulum agama saat ini cukup sedikit pelajaran agama, yang diajari cuma rukun Islam, rukun Iman, dan nama-nama nabi,” ujar Nazar.
Ia berharap dengan ditambah kurikulum agama dapat diantisipasi terhadap aliran sesat yang saat ini mulai merambah ke dunia pendidikan seperti baru-baru ini di Banda Aceh ada sejumlah mahasiswa yang mengikuti aliran sesat yang disebabkan pikirannya kosong sehingga mudah terpengaruh dan ini perlu mendapat perhatian khusus demi genarasi Aceh ke depan.
Nazar menyatakan, perlu dialokasikan dana di APBA guna dibantu program kurikulum agama yang ditambah baik dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. “Dana ini sebagai penguatan ilmu agama,” ujar Nazar.(rizwan)
--
Editor: ibrahim ajie

Minggu, 24 April 2011

Soal Mantan Pengikut Millata Abaraham Tak Cukup Sebatas Pensyahadatan

Sun, Apr 24th 2011, 10:19

* HUDA Minta Polisi Ungkap ‘Aktor’ Aliran Sesat
Utama
BANDA ACEH - Prosesi pensyahadatan mantan pengikut Millata Abraham yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (22/4) menyedot perhatian berbagai lapisan masyarakat daerah ini. Seorang tokoh Aceh, Tgk H Imam Suja’ mengingatkan perlunya pembinaan kontinyu terhadap mantan pengikut Millata Abraham, sehingga akidah mereka benar-benar sesuai Alquran dan hadis.

“Pensyahadatan kembali terhadap mantan pengikut Millata Abraham tidak cukup, tapi harus dilakukan pembinaan secara kontinyu, sehingga akidah (mereka) benar-benar sesuai Alquran dan hadis,” kata Imam Suja’, di Banda Aceh, Sabtu (23/4).

Imam Suja’ yang juga Penasehat DPW Muhammadiyah Aceh menyatakan, bila ratusan mantan pengikut Millata Abraham tidak dilakukan pembinaan yang selektif, dikhawatirkan mereka akan mengembangkan ajarannya kepada orang lain. Pemerintah dan MPU Aceh agar tidak tinggal diam untuk memikirkan bagaimana masa depan anak-anak Aceh yang telah bertobat tersebut. “Memang, sangat lucu, kalau sampai orang Aceh, akidahnya bisa terpengaruh. Ini masalah serius, karena apabila tidak ditangani, saya tidak tahu apa jadinya generasi kita 10 tahun ke depan,” ujarnya.

Khusus kepada orang tua, Imam Suja’ yang juga mantan anggota DPR RI itu mengharapkan agar memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Karena bagaimanapun, menurut dia, terjerumusnya anak-anak ke aliran yang menyesatkan tidak terlepas dari kurangnya perhatian orang tua, khususnya masalah agama. “Meskipun anak-anak kita pintar, tapi kalau tidak dibekali ilmu agama yang kuat, akan tetap terpengaruh, apalagi diiming-imingi uang yang banyak,” kata Imam Suja’.

Ungkap aktornya
Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk Faisal Ali juga menanggapi keberadaan komunitas Millata Abraham tersebut. “Saya berharap polisi segera mengungkap kemungkinan ada pihak lain yang berada di balik komunitas ‘Millata Abraham’ termasuk juga pendanaan aliran sesat tersebut,” kata Tgk Faisal Ali sebagaimana dilansir Antara, Sabtu.

Tgk Faisal Ali yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Aceh, mengindikasikan ada jaringan lain di balik keberadaan komunitas aliran sesat “Millata Abraham”. “Saya memperoleh informasi ada pihak lain di balik aliran sesat ‘Millata Abraham’ di Aceh. Oleh karenanya, saya berharap kasus tersebut bisa segera terungkap siapa tersangka di balik aliran sesat itu,” tegasnya.

Ia juga mengindikasikan bahwa komunitas aliran sesat “Millata Abraham” berapliasi dengan kelompok “Negara Islam Indonesia (NII)”. “Saya punya alasan jika ‘Millata Abraham’ itu berapliasi dengan NII yakni berdasarkan pengakuan dari salah seorang pengikut aliran sesat (Millata Abraham) yang telah insaf,” ungkapnya. “Hal itu juga ditanamkan kepada pengikut Millata Abraham untuk mendirikan “Daulah Islamiyah” yang tujuannya memberontak kepada pemerintah,” lanjut Tgk Faisal.(ant/nas)

Mahaguru India Sai Baba meninggal dunia


Dipercaya sebagai dewa dalam wujud manusia dan berpengikut 10 juta jiwa

Pemimpin spiritual yang oleh sebagian warga India diyakini sebagai manusia setengah dewa, Sathya Sai Baba, meninggal dunia Minggu (24/04) pagi waktu India.

"Sai Baba tidak lagi bersama kita secara fisik. beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir pada pukul 7:40 pagi karena gagal jantung," demikian bunyi pernyataan dari rumah sakit tempatnya dirawat. "Jenazahnya akan disemayamkan untuk doa para penganut selama dua hari Senin hingga Selasa."

Ribuan orang berkumpul dekat rumah sakit untuk mendoakan keajaiban demi kesembuhan sang Guru.

Menurut jutaan orang di dunia yang mempercayainya, Baba memiliki kekuatan supranatural termasuk menyulap benda begitu saja, mengetahui kisah kehidupan orang di masa lalu, mampu mengobati penyakit mematikan, bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Kantor berita AFP menulis pengikutnya termasuk mantan Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee, para hakim, aktor, para jendral dan pemimpin politik negeri itu.

Termasuk dalam jutaan penganutnya adalah legenda kriket India Sachin Tendulkar serta bintang film Hollywood, Goldie Hawn.

Lahir tanggal 23 November 1926 di Puttaparti, nama asli Sai Baba adalah Sathyanarayana Raju.

Penganutnya mempercayai klaim Sai Baba yang menyebut dirinya merupakan reinkarnasi dari orang suci Hindu terdahulu, Sai Baba dari Shirdi yang meninggal dunia tahun 1918.
Kontroversi

Namun pemberitaan tentang sai Baba juga diwarnai dengan kontroversi dan tudingan miring terkait penipuan kemampuan magisnya serta tudingan pelecehan seksual.

Tahun 2004 dalam sebuah liputan khusus BBC berjudul "Secret Swami,", sedikitnya dua pria warga Amerika bersaksi bahwa dalam sebuah acara penyembuhan sang Guru menyentuh alat vital mereka.

Sai Baba selalu membantah tuduhan ini.

Dari ashramnya di Puttaparthi, India, Sai Baba menyebarkan pengaruh dan menangguk dana jutaan dollar dari donasi para pengikutnya di seluruh dunia.

Organisasi amalnya telah mendanai pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di seantero India, termasuk rumah sakit dan klinik yang menurut warga setempat mampu menyembuhkan penyakit diluar batas nalar kemampuan medis umumnya.

Salah satu penyumbangnya yang terbesar adalah mantan pemilik jaringan restoran Hard Rock Cafe, Isaac Burton Tigrett, yang bahkan datang ke Puttaparthi untuk tinggal disana.

Sai Baba selalau tampil dengan gayanya yang eksentrik, dalam balutan jubah warna kunyit dengan gaya rambut keriting afro, dan pernah menghadapi serangan sekelompok orang sebelumnya tahun 1993.

Serangan empat laki-laki ke apartemennya itu gagal, namun dua pengawalnya tewas.

Sementara kerja amalnya banyak dipuji dan menimbulkan kekaguman para pengikut, yang ditaksir mencapai 10 juta orang di 120 negara, Sai Baba juga banyak dikritik saat tampil di panggung dan tiba-tiba menyulap koin emas begitu saja.

Bagi penganut kemampuan ini diyakani sebagai kekuatan magis, sementara pengkiritik menyebutnya penipuan.

Tanda Akhir Zaman
 
Salah satu tanda akhir zaman yang akhir-akhir ini cukup menyedot perhatian adalah kehadiran seorang bernama Sai Baba, dia lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, tepatnya India Selatan.
Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi).

Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:"Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan
Rasul-Nya. "

Bisa jadi Sai Baba ini adalah salah satu dari 30 dajal-dajal kecil yang akan membuka jalan bagi munculnya al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal nantinya akan berperang dengan imam mahdi dan di bunuh oleh nabi Isa as). wallahu al'am..

Laki-laki ini memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, bahkan mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya. Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh
Sai Baba kepada ribuan orang - bahkan - jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Saat ini laki-laki ini sudah memiliki puluhan juta pengikut..
Maka sudah saatnya bagi setiap muslim untuk mengetahui masalah ini, agar dirinya tidak menjadi korban berikutnya dari fitnah Sai Baba ini.

"Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting..."(HR.Bukhari dan Muslim)

"Diawal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)

Antara DAJJAL dan SAI BABA
1) Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor). Sai Baba seorang yang berpostur pendek dan berambut kribo.
2) Dajjal memiliki mata yang buta. Sai Baba pernah mengalami kebutaan di waktu muda kemudian sembuh kembali.
3) Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air. Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) dari udara melalui tangannya.
4) Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan depat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang. Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam hitungan kejapan mata.
5) Dajjal mengikuti pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal. Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia dari berbagai macam suku, bangsa, negara dan agama.
6) Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/ baik, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya. Sai Baba mengaku seabgai orang yang bijak yang membawa misi perdamaian, cinta kasih menghapuskan segala persengketaan dengan bijaksana.
7) Dajjal akan muncul dan sebagai nabi. Sai Baba memposisikan dirinya sebagai nabi kepada pengikut2nya. Cool Dajjal akang menggunakan nama Al-Masih. Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai Isa Al-Masih setelah tahun 2020.
9) Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan. Sai Baba mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta.
10) Dajjal akan mendakwahkan agama Allah. Dalam banyak majelis darshanya Sai Baba banyak berbicara tentang Islam, Al-Qur'an dan keharusan untuk memahaminya.
11) Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati juga menyembuhkan
penyakit kanker.
12) Dajjal dapat menurunkan hujan. Sai Baba memiliki kemampuan menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk irigasi (di NTT sedang di bangun proyek Sai Baba untuk pengairan di daerah yang kering).
13) Dajjal bisa mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya. Sai Baba mampu menciptakan patung emas, kalung emas, injil mini dan berbagai bentuk medalai berlafadz ALLAH dalam sekejap.
14) Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali. Sai Baba bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia.
15) Dajjal bisa berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya yang merupakan benruk reinkarnasi dirinya.
16) Dajjal bisa membesarkan tubuhnya. Sai Baba memliki kemampuan berjalan di udara dan membuat kemukjizatan pada sebuh pesawat terbang.
17) Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan. Sai Baba juga manusia biasa yang makan dan minum sebagaimana manusia lainnya, ia juga bisa berjalan ke pasar, rumah sakit, proyek irigasi dan tempat lain yang biasa dikunjungi manusia.
18) Cool Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air. Sai baba bisa mengeluarkan air dengan hentakan kakinya.
19) Dajjal tidak memliki anak. Sai Baba mandul, ia tidak beranak dan tidak berkeluarga (tidak menikah).
20) Dajjal memimpin orang yahudi. Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis.
21) Dajjal muncul di zaman pertikaian. Sai Baba mengklaim bahwa ia datang dari masa banyak pertikaian dan persengketaan, dan kedatangannya untuk menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan

wahai kaum muslimin, apa lagi yang kita tunggu, marilah segera kita kembali kepada Allah dan rasulnya.

"Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal.

Hendaknya ia berkata : 'Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta dari keburukan fitnah Dajjal."

Sabtu, 23 April 2011

Maksimalkan Fungsi Tuha Peut untuk Menangkal Aliran Sesat

Sat, Apr 23rd 2011, 10:50

BANDA ACEH - Mengantisipasi maraknya aliran sesat di Aceh, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), H Badruzzaman Ismail SH MHum meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di daerah ini memperkuat kembali fungsi adat dalam masyarakat, salah satunya peran tuha peut. “Fungsikan kembali secara maksimal peran tuha peut dalam menyelesaikan masalah di masyarakat pada setiap gampong di Aceh, baik perkara sosial budaya, maupun masalah sosial keagamaan, termasuk penyelesaian penyebaran aliran sesat yang didapati dalam masyarakat,” tulis Badruzzaman dalam siaran pers yang diterima Serambi, Jumat (22/4).

Selain tuha peut, Badruzzaman juga meminta perangkat gampong lainnya berperan aktif mengawal masuknya berbagai ajaran agama yang mencurigakan, membangun kerjasama yang lebih komunikatif dengan polisi, sejalan dengan program perpolisian masyarakat (Polmas). “Keuchik, teungku imum meunasah, serta tuha peut dapat selalu bekerjasama dalam memantau gerak-gerik masyarakat, terutama terhadap munculnya orang-orang baru di dalam wilayah gampong yang dipimpinnya. Bila ada di antara warga yang mencurigakan, seperti cara beragama tidak sesuai syariat dan pengamalan ajaran Islam yang diyakini masyarakat Aceh, mereka patut diselidiki keberadaannya,” imbau Badruzzaman.

Lebih lanjut, Ketua MAA Provinsi Aceh itu mengingatkan bila terjadi persoalan dalam masyarakat dapat diselesaikan secara bersama dengan menggunakan pendekatan adat sebagaimana lazimnya. Tidak dibenarkan bertindak liar, kekerasan, diarak, dimandikan dengan air limbah dan berbagai tindakan lainnya yang bertentangan dengan ajaran agama, adat istiadat, dan hukum.  “Dengan pendekatan penguatan adat dikemas dalam bentuk peukong pageu gampong di Aceh, tepatnya di meunasah sebagai pusat kegiatan merupakan salah satu cara untuk menutup ruang dan untuk tidak secara bebas munculnya aliran-aliran menyalahi ajaran Islam yang sebenarnya,” demikian Ketua MAA Aceh. (sal)

Maksimalkan Fungsi Tuha Peut untuk Menangkal Aliran Sesat

Sat, Apr 23rd 2011, 10:50

BANDA ACEH - Mengantisipasi maraknya aliran sesat di Aceh, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), H Badruzzaman Ismail SH MHum meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di daerah ini memperkuat kembali fungsi adat dalam masyarakat, salah satunya peran tuha peut. “Fungsikan kembali secara maksimal peran tuha peut dalam menyelesaikan masalah di masyarakat pada setiap gampong di Aceh, baik perkara sosial budaya, maupun masalah sosial keagamaan, termasuk penyelesaian penyebaran aliran sesat yang didapati dalam masyarakat,” tulis Badruzzaman dalam siaran pers yang diterima Serambi, Jumat (22/4).

Selain tuha peut, Badruzzaman juga meminta perangkat gampong lainnya berperan aktif mengawal masuknya berbagai ajaran agama yang mencurigakan, membangun kerjasama yang lebih komunikatif dengan polisi, sejalan dengan program perpolisian masyarakat (Polmas). “Keuchik, teungku imum meunasah, serta tuha peut dapat selalu bekerjasama dalam memantau gerak-gerik masyarakat, terutama terhadap munculnya orang-orang baru di dalam wilayah gampong yang dipimpinnya. Bila ada di antara warga yang mencurigakan, seperti cara beragama tidak sesuai syariat dan pengamalan ajaran Islam yang diyakini masyarakat Aceh, mereka patut diselidiki keberadaannya,” imbau Badruzzaman.

Lebih lanjut, Ketua MAA Provinsi Aceh itu mengingatkan bila terjadi persoalan dalam masyarakat dapat diselesaikan secara bersama dengan menggunakan pendekatan adat sebagaimana lazimnya. Tidak dibenarkan bertindak liar, kekerasan, diarak, dimandikan dengan air limbah dan berbagai tindakan lainnya yang bertentangan dengan ajaran agama, adat istiadat, dan hukum.  “Dengan pendekatan penguatan adat dikemas dalam bentuk peukong pageu gampong di Aceh, tepatnya di meunasah sebagai pusat kegiatan merupakan salah satu cara untuk menutup ruang dan untuk tidak secara bebas munculnya aliran-aliran menyalahi ajaran Islam yang sebenarnya,” demikian Ketua MAA Aceh. (sal)